(KIPI) KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI, Apakah KIPI Itu ?

(KIPI) KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI, Apakah KIPI Itu ?

Dr Widodo Judarwanto pediatrician
Para orang tua tampak cemas dan bingung ketika harus melakukan imunisasi terhadap anaknya. Dengan semakin berkembangnya tehnologi informasi yang demikian pesat, banyak informasi tentang bahaya dan efek samping imunisasi diterima. Meskipun koalitas informasi tersebut belum tentu benar secara ilmiah. Tidak semua kejadian Ikutan Paska Ikutan Imunisasi (KIPI) disebabkan oleh karena imunisasi. Untuk menentukan KIPI diperukan keterangan yang lengkap dan jelas mengenai banyak hal. Informasi yang diperlukan adalah berat ringannya keluhan yang dilaporkan (apakah memerlukan perawatan, cacata atau kematian), sifatnya lokal atau sistemik, besar angka kejadian pada vaksin tertentu. Apakah penyebab secara statistik dapat dipastikan, diduga atau tidak terbukti. Apakah dapat diketahui bahwa KIPI berhubungan dengan vaksin atau kesalahan prosedur penyimpanan, pemakaian dan transportasi vaksin atau kesalahan produksi .
Pada umumnya reaksi terhadap vaksin dapat berupa reaksi simpang (adverse events), atau kejadian lain yang bukan terjadi akibat efek langsung vaksin. Reaksi simpang vaksin antara lain berupa efek farmakologi, efek samping, interaksi obat, intoleransi, reaksi idiosinkrasi dan reaksi alergi. Kejadian yang bukan disebabkan efek langsung vaksin dapat terjadi karena kesalahan tehnik pembuatan, pengadaan dan distribusi vaksin, kesalahan prosedur, tehnik pelaksanaan dan faktor kebetulan.
Penyebab KIPI
  • Untuk melihat sejara jelas penyebab KIPI sering dipakai kriteria WHO Western Pacific. Beberapa penyebab KIPI dikelompokkan dalam klasifikasi untuk menentukan laporan kasus KIPI dilapangan. Klasifikasi tersebut diantaranya adalah reaksi suntikan, reaksi vaksin, kesalahan teknik pelaksanaan, faktor kebetulan dan penyebab tidak diketahui.
  • Keluhan yang masuk gejala reaksi langsung suntikan adalah rasa sakit, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan. Sedangkan reaksi tidak langsung adalah pusing, mual, pingsan atau rasa takut. Berbeda dengan reaksi vaksin, dimana gejala ini bisa diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan.
Indikasi kontra
  • Keadaan yang tidak boleh divaksinasi pada jenis imunisasi satu dengan yang lainrelatif berbeda. adalah dalam keadaan gangguan saluran cerna atau dalam kondisi mekanisme pertahanan tubuh sedang turun. Indikasi kontra OPV tersebut adalah : Penyakit infeksi dengan demam (suhu lebih 38,5 C), muntah atau diare. Sedang menerima pengobatan kortikosteroid (imunosupresan) dan pengobatan radiasi umum (termasuk kontak penerima). OPV tidak boleh diberikan pada penyakit kanker atau keganasan (termasuk kontak penerima) yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial (seperti limpoma, leucemia, penyakit hodgkin) dan anak dengan mekanisme imunologik yang terganggu misalnya hipogamaglobulinemia. Penderita infeksi HIV atau AIDS (termasuk kontak penerima) juga tidak dianjurkan menerima OPV.
  • Tampaknya dengan era globalisasi dimana mobilitas penduduk dunia antar negara yang sangat tinggi dan cepat mengakibatkan kesulitan dalam mengendalikan penyebaran virus ini. Selain pencegahan dengan imunisasi polio, harus disertai dengan peningkatan sanitasi lingkungan dan higiena sanitasi perorangan untuk mengurangi penyebaran virus yang kembali mengkawatirkan ini. Untuk mengurangi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi pada pemberian OPV sebaiknya secara cermat memperhatikan Indikasi kontra penggunaan vaksin tersebut.

Daftar Pustaka :

  • World Health Organization. Surveillance of adverse events following Immunization. Filed guide for managers of Immunization programmers. Geneve WHO, 1997.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Epidemiology and prevention of vaccine preventable diseases, 1999. 85 – 104.
  • AAP Policy American Academy of Pediatrics. Policy Statement, Pediatric Vol. 104 No. 6 December 1999, pp. 1404-1406. Prevention of Poliomyelitis: Recommendations for Use of Only Inactivated Poliovirus Vaccine for Routine Immunization
  • Buku Imunisasi di Indonesia. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, tahun 2001.
  • Anlar O, Tombul T, Arslan S, Akdeniz H, Caksen H, Gundem A, Akbayram SReport of five children with Guillain-Barré syndrome following a nationwide oral polio vaccine campaign in Turkey Neurologi India. 2003 : 51/4 ; 544-545.
  • JC Watson, G Meter. General immunization practices. In : Plotkin SA, Orenstein WA. Vaccines, Philadelphia: WB Saunders, 1999; 47-73.
  • J. A. Taylor, P. M. Darden, D. A. Brooks, J. W. Hendricks, A. E. Baker,A. B. Bocian, K. Rohder, R. C. Wasserman. Impact of the Change to Inactivated Poliovirus Vaccine on the Immunization Status of Young Children in the United States: A Study From Pediatric Research in Office Settings and the National Medical Association; Pediatrics, June 1, 2001; 107(6): e90 – 90.
  • Subdit Imunisasi Ditjen PPM & PLP Depkes RI. Petunjuk tehnis KIPI, Jakarta, 1998.
  • American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases Poliomyelitis prevention: recommendations for use of inactivated poliovirus vaccine and live oral poliovirus vaccine. /Pediatrics.1997; 99:300-305
  • Centers for Disease Control and Prevention. Poliomyelitis prevention in the United States. Introduction of a sequential vaccination schedule of inactivated poliovirus vaccine followed by oral poliovirus vaccine: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). /MMWR Morb Mortal Wkly Rep./ 1997;46(RR-33):1-25
  • American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases. Poliomyelitis prevention: revised recommendations for use of inactivated and live oral poliovirus vaccines. /Pediatrics./ 1999; 103:171-172.
  • Centers for Disease Control and Prevention Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices: revised recommendations for routine poliomyelitis vaccination. /MMWR Morb Mortal Wkly Rep./ 1999; 48:590.
  • Division of Health Policy Research and Center for Child Health. Most members follow Academy lead on pertussis, polio vaccines./AAP News/. October 1999; p 14
  • Centers for Disease Control and Prevention Impact of the sequential IPV/OPV schedule on vaccination coverage levels—United States, 1997. /MMWR Morb Mortal Wkly Rep./ 1998; 47:1017-1019.
  • Centers for Disease Control and Prevention National vaccination coverage levels among children aged 19-35 months—United States, 1998. /MMWR Morb Mortal Wkly Rep./ 1999; 48:829-830.
  • Santoli JM, Rodewald LE, Maes EF, Battaglia MP, Coronado VG Vaccines for Children Program, United States, 1997. /Pediatrics./ 1999; 104:1-7.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Summary of notifiable diseases, United States, 1998. /MMWR Morb Mortal Wkly Rep/. In press Centers for Disease Control and Prevention Progress toward global poliomyelitis eradication—1997-1998. /MMWR Morb Mortal Wkly Rep./ 1999; 48:416-421.
  • American Academy of Pediatrics. Poliovirus infections. In: Peter G, ed. /1997 Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases/. 24th ed. Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics; 1997:432-433
  • American Academy of Pediatrics. Poliovirus infections. In: Pickering LK, ed. /2000 Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases/. 25th ed. Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics; In press

www.mediaimunisasi.com

Provided By: MEDIAIMUNISASI.COM Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation “We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 email : judarwanto@gmail.com Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC Online” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 CLINICAL-EDITOR IN CHIEF : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician EDITOR: Audi Yudhasmara. email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, MEDIA IMUNISASI Information Education Network. All rights reserved

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s