Inilah 3 Imunisasi Direkomendasikan Bagi Lanjut Usia

image

Imunisasi ternyata bukan hanya untuk anak tetapi lansia juga direkomendasikan untuk melakukan imunisasi. Manfaat imunisasi padankelompok lansia diharapkan dapat meningkat kualitas hidup mereka. Tiga jenis imunisasi yang sianjurkan afalah imunisasi influenza, pnemonia dan cacar air.

Ketiga penyakit itu dinilai paling sering dialami para lanjut usia. Ketiga penyakit itu pun dinilai paling tinggi menyebabkan kematian dan menyebabkan dapat mengganggu kualitas hudup para lanjut usia atau masyarakat yang berusia di atas 60 tahun. Fungsi sistem organ tubuh manusia pun bisa mengakibatkan ketiga penyakit itu akan lebih berat akibatnya bila terjadi para masyarakat uia lanjut. Biasanya fase penyembuhannya akan lambat. Para orang tua cukup sering menderita beberapa penyakit tidak tertular seperti stroke dan kelumpuhan. Penyakit stroke itu awalnya bisa dari pneumonia. Atau sebaliknya penderita stroke beresiko mudah terjadi pnemonia.

Jenis Imunisasi Lansia

Imunisasi Influenza

Vaksin ini biasanya direkomendasikan untuk semua orang berusia 65 tahun ke atas, yang kurang mampu memerangi flu, dan lebih mungkin untuk mengalami komplikasi atau kematian oleh karena flu. Vaksin ini harus diberikan setiap tahun karena virus flu selalu berubah. Dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan pada lansia

Influenza memang cukup sering dialami masyarakat dari segala umur. Penyakit ini pun terkesan biasa. Namun bila dialami oleh para lanjut usia, pemulihannya akan lebih susah lantaran kondisi organ tubuh lanjut usia ini. Flu bisa lebih sering terjadi pada mereka yang berusia lanjut dibandingkan dengan anak muda. Di Tiongkok dan Korea, pemberian vaksin influenza sudah menjadi vaksin utama yang diberikan kepada para lanjut usia.

Varisela (cacar air)
Vaksin ini dapat melindungi tubuh dari virus cacar, yang cenderung menyebabkan gejala yang jauh lebih buruk pada orang dewasa daripada pada anak-anak. Vaksinasi ini tidak banyak digunakan di Inggris, tetapi dapat direkomendasikan untuk orang dewasa yang ketika kanak-kanak belum terinfeksi, sehingga belum imun terhadap virus tersebut.

Herpez Zoster

Herpes zoster adalah ruam kulit yang menyakitkan yang disebabkan oleh reaktivasi dari virus Varicella zoster (VZV) yang menyebabkan cacar air. Penyakit ini paling umum terjadi pada orang tua dan dapat menyebabkan gejala yang cukup parah dan rasa sakit kronis yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Herpes zoster adalah penyakit yang cukup sering terjadi pada usia lanjut. Walau begitu pemberian vaksin untuk penyakit ini tergolong lebih baru dibandingkan dengan vaksin influenza. Pada penyakit ini, pasien biasanya akan merasakan sakit di kulitnya. Penyakit yang masih satu grup dengan cacar air ini memang tidak menyebabkan kematian namun si pasien akan merasa kaku di bagian yang terkena Herpes ini.
Herpes źooster tidak juga akan sebabkan kelumpuhan, namun pasien akan mereasa kaku dan alami keterbatasan gerak dan kualitas hidup.

Joint Committee on Vaccination and Immunisation telah menyarankan program vaksinasi keseluruhan herpes zoster akan direkomendasikan untuk orang berusia 70-79 tahun.

Tambahan vaksin di masa kanak-kanak. Ada bukti yang berkembang bahwa kekebalan terhadap penyakit oleh karena vaksinasi di masa kecil dapat berkurang, terutama untuk difteri atau batuk rejan. Sampling dari tes darah menunjukkan bahwa, sekitar 50 persen orang dewasa Inggris selama 30 tahun rentan terhadap difteri, meningkat menjadi lebih dari 70 persen pada lansia. Vaksin lain seperti vaksin tetanus yang dikenal memiliki efek terbatas, dan tambahan vaksin diberikan setiap 10 tahun. Sehingga tambahan vaksin juga direkomendasikan untuk diberikan pada lansia.

Beberapa vaksin dapat direkomendasikan untuk orang dewasa jika mereka memiliki risiko tinggi terhadap infeksi tertentu. Hal tersebut dapat termasuk travel vaccines, seperti hepatitis A, Japanese encephalitis atau demam kuning, hepatitis B, dan BCG (yang melindungi dari TBC). Sayangnya, lansia tidak menanggapi secara positif mengenai vaksinasi seperti pada orang muda. Cara baru sedang dikembangkan untuk membuat vaksin yang lebih efektif seperti jenis baru dari pemberian vaksin yang menciptakan respons kekebalan yang lebih kuat. Hal tersebut seperti vaksin flu yang disuntikkan ke lapisan paling atas kulit atau dengan cara menghirup untuk memberikan vaksin langsung ke paru-paru. Namun kedua cara vaksinasi tersebut sedang diuji.

Sistem kekebalan tubuh akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan orang lanjut usia (lansia) semakin rentan terhadap infeksi yang terkait dengan kekebalan tubuh. Beberapa vaksin direkomendasikan untuk lansia agar tidak terlalu sering sakit-sakitan. Penyakit seperti pneumonia, infeksi saluran kemih dan infeksi kulit sangat umum terjadi pada lansia, dan kadang menjadi jauh lebih parah dibandingkan pada remaja.

Salah satu penyebabnya karena perubahan utama adalah pada organ yang disebut timus, yang berada di belakang tulang dada. Beberapa sel yang paling penting dari sistem kekebalan tubuh, yang disebut limfosit T (atau sel T) matang dalam timus, sebelum dikirim keluar ke seluruh tubuh untuk melaksanakan berbagai mekanisme perlawanan. Seiring berjalannya usia, timus menyusut sehingga hanya menjadi sekitar 5 persen dibandingkan saat lahir, sehingga produksi sel T turun drastis. Jumlah sel darah putih lainnya juga turun drastis, dan pada saat yang sama juga menurunkan kemampuan untuk membuat antibodi. Sedangakan produksi auto antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri, justru sedikit meningkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s