Benarkah Imunisasi Flu Saat Kehamilan Sebabkan Kecacatan ?

image

Seorang ibu bernasib malang ketika Pacheco melahirkan  bayinya yang diberi nama Sandra  dalam keadaan cacat otak yang disebut dengan ‘unilateral perisylvian polymicrogyria’. Kecacatan yang disebabkan salah satu bagian otak tidak terbentuk sempurna. Diduga hal ini terjadi karena saat hamil mendapatkan imunisasi flu. Fatalnya imunisasi flu itu dianggap sebagai kesalahan klinik karena sebelum hamil seharusnya diberi suntikan KB tetapi salah diberi obat flu.

Gangguan otak  yang berat itu ternyata berdampak menjadi gangguan gangguan bicara dan gangguan motorik sehingga untuk berkalan dan berdiri membutuhkan bantuan terapi.

Kecurigaan dampak imunisasi itu berawal saat tiap tiga bulan sekali, Yesenia Pacheco mendapat suntikan Depo-Provera dari Neighbore Health Clinic, Seattle. Depo-Provera merupakan salah satu alat pengendali kelahiran yang terbukti 99 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Tetapi pada kunjungannya yang kesekian kali di bulan September 2011, seorang staf tampaknya melakukan kekeliru7an. Ia baru mengetahui hal ini tiga bulan kemudian. Pacheco terkejut saat mendengar penjelasan staf bahwa ia diharuskan membayar tagihan untuk suntikan vaksin flu, bukannya suntikan KB seperti yang diberikan kepadanya selama ini.

Saat Pacheco dinyatakan mengandung dan diperiksakan, usia kandungan Pacheco telah mencapai 2,5 bulan. “Mereka bilang saya tak harus memilikinya, dengan begitu saya tak perlu membayar apapun,” kisah Pacheco kepada stasiun TV KIRO7 dan dikutip pada Jumat (14/8/2015).

Tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Pacheco dan suaminya karena agama yang mereka anut melarang adanya aborsi. Anak ketiga Pacheco itu pun lahir tujuh bulan kemudian dan berjenis kelamin perempuan.

Setelah anaknya lahir, barulah Pacheco melayangkan tuntutan kepada pemerintah federal yang menjadi sumber dana utama dari klinik yang memberinya suntikan flu. Dalam tuntutannya, pengacara Pacheco mengungkapkan beberapa aspek kesalahan yang ditemukan pada klinik.

Pertama, mereka tidak menyimpan riwayat kesehatan dan pengobatan pasien dengan baik. Kedua, pihak klinik dianggap lalai sehingga menyebabkan putri Pacheco mengalami kecacatan. Untuk itu pihak klinik harus membayar kompensasi, terutama atas pengobatan yang dibutuhkan Sandra untuk seumur hidupnya. Saat ini Pacheco sedang menunggu keputusan Kementerian Kehakiman Amerika. Sayang tidak disebutkan berapa jumlah kompensasi yang diminta Pacheco kepada pihak klinik.

Tetapi tampaknya dampak imunisasi yang diberikan sebelum kehamilan belum tentu menjadi penyebab.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s