Vaksin Flu, Manfaat Dan Efek Samping Yang Menyertai

imageVaksin Flu, Manfaat Dan Efek Samping Yang Menyertai

Selain harus mengikuyi pola hidup sehat, pencegahan flu pada anak adalah dengan vaksinasi flu. Dengan vaksinasi flu sekitar 70-90% akan sangat efektif dalam mencegah flu, tergantung lamanya dan intensitas musim flu, serta kekebalan tubuh Anda. Vaksin flu akan melindungi tubuh dari virus influenza tipe A dan B. Vaksin yang saat ini sudah tersedia adalah vaksin untuk virus influenza A (H1N1), A (H3N2), dan virus influenza tipe B. Fungsi dari vaksin tersebut tidak akan membuat anak-anak dan balita menjadi sama sekali terbebas dari flu, akan tetapi akan menghindarkan dari gejala flu yang berat dan fatal. Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin flu yang dimulai untuk usia 6 bulan, yang diberikan setiap setahun sekali. Sedangkan untuk anak-anak di bawah umur sembilan tahun membutuhkan dua dosis vaksin flu jika mereka baru pertama kali divaksinasi influenza. Hal ini disebabkan anak-anak tidak mengembangkan kekebalan tubuh yang cukup saat pertama kali mendapatkan vaksin.

Vaksin flu adalah cara terbaik untuk mencegah anak terkena virus influenza. Pemberian vaksin flu sebaiknya dilakukan setiap tahun, karena virus influenza seringkali menjadi kebal dengan vaksin yang diberikan di tahun sebelumnya.

Untuk anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun, dibutuhkan vaksin flu sebanyak 2 kali lipat. Dan bagi anak yang baru pertama kali menerima vaksin flu, dosis kedua diberikan 1 bulan setelah menerima dosis pertama.

Vaksin flu sebaiknya segera diberikan pada anak yang imunitasnya rendah atau mudah teraerang sakit. Di antaranya adalah penderita kanker, diabetes, penyakit jantung dan penyakit pada paru-paru. Banyaknpendapat yang memgatakan bahwa anak yang alergi terhadap telur ayam tidak dapat menerima vaksin tersebut, karena vaksin ini dibiakkan pada telur ayam dan kemungkinan mengandung protein telur. Tetapi penelitiab menyebutkan bahwa imunisasi influenza tetap aman meski anak mengalamu alergi telur.

Cara Pemberian

Vaksin ini dapat diberikan dengan dua cara, yaitu melalui injeksi atau spray pada hidung. Vaksin yang diberikan melalui injeksi mengandung virus yang tidak aktif/mati.

Sedangkan vaksin melalui spray hidung berisi virus hidup yang lemah. Segera setelah pemberian vaksin, tubuh akan bereaksi membentuk benteng pertahanan yang siap melawan virus flu.

Keduanya aman untuk anak-anak, Namun untuk anak di bawah 2 tahun sebaiknya vaksin flu diberikan melalui suntikan,

Efek Samping

Efek samping imjnisasi flu tidak berbeda jauh dengan vaksin yang lain. Sangat jarang timbul efek samping. Kalaupun ada biasanya sangat ringan. Efek samping yang jarang tersebut biasanya mulai terlihat pada 6 – 12 jam setelah vaksin.  Namun efek samping tersebut sangat ringan dan berlangsung 1-2 hari saja.

Pada vaksin yang diberikan melalui suntikan, efek samping yang sering terjadi adalah kulit kemerahan dan pegal di sekitar area bekas suntikan, demam ringan, lesu, hingga sakit tenggorokan. Sedangkan vaksin flu yang disemprotkan melalui hidung, dapat menimbulkan muntah, demam, sakit kepala dan hidung berair.

Efek-efek samping tersebut tidaklah sebanding dengan manfaat yang didapatkan melalui vaksin flu. Jadi pertimbangkanlah vaksin flu untuk anak-anak Anda, agar mereka lebih kebal terhadap penyakit tersebut. Efek samping berat jarang sekali terjadi. Segeralah bawa anak Anda ke dokter jika mengalami gangguan pernapasan ataupun ketidaknormalan detak jantung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s