4 Dokter dan Manajemen RS Harapan Bunda Yang Dicurigai Terkait Vaksin Palsu

 

wp-1467101855142.jpgKepala Sub Direktorat III Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kompol Furqon Budiman mengungkapkan, pihaknya yang tergabung dalam Tim Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu telah melakukan investigasi di RS Harapan pada Kamis 14 Juli 2016. Dan hasilnya, banyak temuan baru terkait kasus yang menghebohkan itu.

Selain dr I, terdapat tiga dokter anak dari RS Harapan Bunda yang sedang dimintai keterangan penyidik. Enggan menyebutkan inisial, Furqon menyampaikan ketiga dokter tersebut dicurigai mengedarkan vaksin palsu. “Karena tidak hanya dokter Indra, tapi ada (indikasi) dokter lain. Ketiga dokter yang lain, yang sedang kita periksa, akan kita periksa juga seperti dokter Indra,” ungkap Fuqron. Salah satu cara mengendus keterlibatan dokter lain atau manajemen adalah dengan cara memeriksa pembukuan kasir dan komputer yang berisi data pembayaran pasien. “Ada yang saat di kasir, membayar biaya administrasi dan biaya dokter. Sementara dalam kolom tindakan, tertulis imunisasi atau vaksinasi. Pertanyaannya, kok tidak tertulis biaya vaksinnya?” Ungkap Furqon.

“Indikasi (manajemen terlibat) itu tetap ada dan sedang didalami, karena tidak mungkin kita tanpa didukung bukti-bukti menyatakan orang bersalah. Kamis itu kami sudah melakukan investigasi di sini dan banyak temuan-temuan dari satgas, dan kami akan kembangkan,” beber Furqon di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Sabtu (16/7/2016). Furqon mengatakan, tugas Bareskrim dalam kasus ini tak hanya menentukan siapa saja pasien yang terpapar vaksin palsu. Namun juga menentukan siapa saja rumah sakit, atau klinik yang ‘bermain’ dalam lingkaran vaksin palsu.

Tidak ada sedikitpun walau hanya sebiji zarah terdapat niat tidak terpuji dari Rumah Sakit atau Dokter saat memberikan imunisasi kepada anak atau bahkan kepada bayi kalau tahu vaksinnya palsu. Tidak sedikitpun terpikirkan oleh Rumah Sakit atau dokter tentang adanya vaksin palsu. Karena sejak Replubik ini berdiri tidak pernah terdengar adanya kejadian seperti ini. Bukan hanya masyarakat awam, anak atau cucu dokter pun tidak sedikit yang terduga mendapatkan vaksin palsu. Sebaiknya masyarakat atau siapapun juga tidak hanya bisa saling menyalahkan kecuali menyalahkan para pembuat vaksin palsu yang mempunyai niat yang sangat keji. Pemerintahpun jangan mencari kambing hitam dengan menyalahkan dokter dan RS karena ternyata vaksin palsu juga berasal dari apotik dan distributor yang berijin dari pemerintah. Dokter yang sudah berpengalamanpun tidak bisa membedakan keaslian vaksin bila tidak ada pembandingnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s