Menkes Belum Tahu, Kabareskrim Mengatakan Vaksin Palsu Beredar Di 7 Propinsi Di Indonesia

wp-1467086854893.jpgKabareskrim Komjen Ari Dono memastikan, vaksin palsu sudah beredar di tujuh wilayah di Indonesia. Namun, dia enggan merinci titik lokasi yang menjadi sasaran pemasaran vaksin ilegal itu, selain di Bekasi dan Jakarta Timur. “Ada tujuh wilayah. Tidak hanya di Bekasi dan Jakarta Timur,” tutur Ari di Klinik Bidan Elly Novita, Jalan Raya Cantex, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis seperti yang dilansir newsliputan6.com (30/6/2016). Tetapi uniknya Menkes Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek belum mengetahui daerah mana saja yang disusupi vaksin palsu itu.

Namun dalam kesempatan dan waktu yang berbeda Menkes menjelaskan bahwa vaksin palsu hanya ada di jakarta. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan . “Di daerah yang dicurigai beredar vaksin palsu, kami akan lebih percepat dengan meng-cover daerah tersebut memberikan vaksin dan imunisasi dasar kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Nila usai di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Selasa (28/6/2016). Namun, ia mengaku tidak tahu persis soal daerah mana saja yang diduga beredar vaksin palsu di daerahnya. Ia hanya menyebut Jakarta, Tangerang, dan Banten, di mana sebelumnya tiga daerah ini sudah disebutkan Bareskrim Polri.

Seharusnya Menkes secara cepat melakukan koordinasi dengan Bereskrim untuk mengumumkan daerah mana saja di Indonesia yang sudah disusupi vaksin palsu. Saat ini beberapa kepala daerah di Indonesia saling megklaim bahwa daerahnya bebas vaksin palsu. Padahal tidak mudah untuk memastikan vaksin palsu di suatu daerah hanya bila memeriksa sebagian Rumah sakit dan Klinik. Karena justru vaksin palsu beredar tidak resmi yang diedarkan oleh petugas Rumah Sakit dan penyediaanyapun juga hanya dilakukan secara diam diam dan tersembunyi. Meskipun diyakini banyak pihak para oknum petugas Rumah sakit itu selama ini tidak menyadari kalau vaksinnya palsu tetapi mereka tergiur karena harganya murah dan dijual lebih mahal di saat adanya kelangkaan vaksin.

Melihat semakin bertambahnya tersangka pemain vaksin palsu, dan tidak sedikit distributor yang mengedarkan vaksin palsu sangat mungkin Rumah sakit dan pelayanan kesehatan tidak hanya 14 tempat yang sudah diumumkan Menkes. Bahkan Kabareskrim sudah menyebut 7 propinsi lain sudah ikut terpapar vaksin palsu. Meski vaksin palsu tidak berbahaya sebaiknya masyarakat tidak ada salahnya lebih cermat dalam riwayat pemberian vaksin terutama 6 bulan terakhir di tahun 2016 ini. Sebaiknya masyarakat lebih cermat dengan modus beredarnya vaksin palsu yang dijual oleh oknum petugas rumah sakit.

Masyarakat boleh curiga vaksin palsu bila membeli pada oknum petugas Rumah sakit dan pembayarannya tidak melalui kasir Rumah Sakit. Bila hal itu terjadi masyarakat atau orangtua tidak perlu panik karena berulang kali lembaga yang berwenang dan paling kompeten di bidang kesehatan seperti Kemenkes,  IDAI  (Ikatan dokter Anak Indonesia) dan BPOM sudah berulang kali mengungkapkan bahwa vaksin palsu tidak berbahaya. Dampak merugikan yang bisa terjadi anak tidak mempunyai kekebalan dan harus segera diulang lagi imunisasinya. Bila masyarakat curiga anaknya mendapatkan vaksin palsu sebaiknya menghubungi Direktur Tidak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ke nomor 1500567.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s