Vaksin Anti Difteri DPT. Tidak Demam dan Demam , Pilih Yang mana ?

wp-1513215542194..jpgVaksin Anti Difteri DPT. Tidak Demam dan Demam , Pilih Yang mana ?

Saat terjadi Kejadian Luarbiasa Difteri tampaknya imunisasi DPT menjadi primadona. Di Indonesia beredar 3 merek vaksin yang sering digunakan yaitu vaksin Pentabio (DPT, Hib, Hepatitis B) yang dikeluarkan oleh Biofarma di Bandung, Infanrix-Hib-IPV (DPT, Hib, Polio) yang dikeluarkan oleh GSK, dan Pediacel (DPT, Hib, Polio) yang dikeluarkan oleh Sanofi Pasteur. Pentabio merupakan vaksin yang menggunakan DPwT. Huruf “w” pada kata “DPwT” menandakan bahwa vaksin ini menggunakan whole cell atau sel utuh dari komponen pertusisnya. Artinya seluruh bagian tubuh kuman pertusis dimasukkan yang nantinya akan meningkatkan resiko kejadian demam. Sedangkan Infanrix-Hib-IPV dan Pediacel menggunakan DPaT yang mana huruf “a” menandakan bahwa vaksin ini menggunakan acellular pertussis, maksudnya hanya bagian-bagian tertentu saja dari kuman pertusis yang diambil.

Apa yang membedakan Pediacel dan Infanrix-Hib-IPV? Pediacel menggunakan 5 komponen pertusis sehingga sering disebut DTaP5 sedangkan Infanrix-Hib-IPV menggunakan 3 komponen pertusis sehingga sering disebut DTaP3. Mana yang lebih sering menyebabkan demam? Belum ada penelitian khusus yang membandingkan kedua vaksin tersebut. Belum tentu ketika lebih banyak komponennya maka akan menyebabkan resiko demam lebih tinggi karena seperti kita ketahui bahwa teknologi terbaru vaksin memungkinkan penggunaan antigen yang lebih kecil dengan ajuvan sehingga efek sampingnya bisa dikurangi.

Vaksin DPT produksi Indonesia

  • Terdapat dua jenis imunisasi DPT, salah satunya adalah pentabio, disebut penta-bio karena satu vaksin berisi 5 (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Polio). Hal ini ditujukan untuk mengurangi suntikan yang diberikan, maka pada usia 6 bulan, bayi Anda bisa diberi vaksin pentabio. Harga vaksin ini cukup terjangkau, namun yang menjadi kekurangannya, komponen pertusis yang digunakan dapat menyebabkan demam tinggi pada bayi Anda.

Vaksin DPT produksi Belgia

  • Komponen pertusis yang digunakan tidak menyebabkan demam tinggi, hanya ringan saja, hal ini karena komponennya sudah aseluler. Pemberian imunisasi DPT ini dapat juga dilakukan dengan mengkombinasikannya sesuai dengan jadwalnya, misalnya satu vaksin sudah terdiri dari vaksin Hepatitis B dan Polio inaktif. Selain itu terdapat pilihan vaksin Hib (Hemofilus influenza tipe B) – untuk mencegah influenza yang menyebabkan radang otak dan berbeda dengan influenza biasa.

Vaksin DPT produksi Prancis

  • Vaksin ini lebih diminati beberapa kalangan karena kenyamanan yang diberikan pada bayi Anda. Harganya pun jauh lebih mahal dari vaksin-vaksin yang diberikan di puskesmas. Namun, efektivitasnya sama saja dengan vaksin-vaksin DPT lainnya.

wp-1513215092897..jpg

Mendapatkan penyakit difteri, tetanus, atau pertusis lebih beresiko dibanding mendapatkan vaksin DTaP. Namun, vaksin itu seperti halnya obat-obatan, dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti reaksi alergi yang berat. Resiko vaksin DTaP yang hingga menyebabkan cedera serius, atau kematian, kemungkinan kejadiannya sangat kecil.

Masalah ringan (sering terjadi)

  • Demam (mencapai 1 di antara 4 anak)
  • Kemerahan atau bengkak di tempat suntikan (mencapai 1 diantara 4 anak)
  • Peradangan atau nyeri di tempat suntikan (mencapai 1 diantara 4 anak) Masalah-masalah ini muncul lebih sering setelah suntikan/dosis keempat dan kelima dari rangkaian jadwal vaksin DTaP dibanding dengan dosis-dosis awal.

Masalah-masalah ringan lainnya termasuk:

  • Rewel (mencapai 1 di antara 3 anak)
  • Tampak lemas atau kurang nafsu makan (mencapai 1 di antara 10 anak)
  • Muntah (mencapai 1 di antara 50 anak) Masalah ini biasanya muncul 1 sampai dengan 3 hari setelah suntikan.

Masalah sedang (tidak sering terjadi) ·

  • Kejang (menyentak atau mata terbelalak) (sekitar 1 di antara 14.000 anak)
  • Menangis yang terus menerus selama 3 jam atau lebih (mencapai 1 diantara 1.000 anak) ·
  • Demam tinggi, lebih dari 390C (sekitar 1 di antara 16.000 anak)

Masalah serius (sangat jarang)

  • Reaksi alergi serius (kurang dari 1 di antara jutaan dosis)
  • Beberapa masalah serius lainnya yang pernah dilaporkan setelah vaksin DtaP
  • Kejang berkepanjangan, koma, atau penurunan kesadaran
  • Kerusakan otak permanen

Kejadiannya sangat jarang dan susah dikatakan bahwa ini disebabkan oleh vaksin.

Mengontrol demam penting pada anak-anak khususnya yang memiliki riwayat kejang karena sebab tertentu. Hal ini juga penting jika anggota keluarga lainnya mempunyai riwayat kejang. Anda dapat mengurangi demam dan nyeri dengan memberikan anak pereda nyeri yang bebas aspirin ketika suntikan telah diberikan, dan untuk 24 jam berikutnya, mengikuti instruksi yang ada di kemasan obat.

Bagaimana Jika Terjadi Reaksi yang Parah?

Apa yang harus saya amati

  • Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi, reaksi alergi berat atau perubahan perilaku.
  • Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah, detak jantung meningkat atau pening. Hal ini akan dimulai dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.

Apa yang harus dilakukan

  • Jika anda berpikir itu adalah reaksi alergi berat atau keadaan gawat lainnya hubungi ambulans atau antarkan bayi anda ke rumah sakit terdekat.
  • Setelah itu, reaksi tersebut sebaiknya dilaporkan ke Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut dengan mengisi formulir Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini melalui situs web VAERS di http://www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1-800-822-7967. VAERS hanya untuk pelaporan reaksi. Mereka tidak memberikan saran medis.

Program Kompensasi Nasional untuk Cedera Akibat Vaksinasi

  • National Vaccine Injury Compensation Program (VICP) diciptakan pada tahun 1986. Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-338-2382 atau mengunjungi situs web http://www.hrsa.gov/vaccinecompensation.

8Bagaimana Saya Bisa Mengetahui Lebih Jauh?

  • Bertanyalah pada dokter Anda.
  • Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.
  • Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC): − Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO) atau − Kunjungi situs web CDC di http://www.cdc.gov/vaccines
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s